Skip navigation

sumber : Jawa Pos
Pulang Rekreasi, Langsung Dicokok Polisi

SITUBONDO – Polisi benar-benar bergerak cepat dalam mengungkap kasus pembunuhan Abdurahman, 24, warga Dusun Tanjung Geger, Kecamatan Mangaran. Kemarin malam (12/6), Polres Situbondo kembali menangkap satu tersangka lagi yang diduga kuat terlibat dalam aksi kriminal sadis yang menghebohkanmasyarakat tersebut.

Dia adalah JR, 15, yang masih tercatat sebagai siswa kelas IX di sebuah SMP di Kecamatan Mangaran. Kini, JR sedang menunggu pengumuman kelulusan. Tersangka ditangkap polisi di rumahnya di Kecamatan Panji sekitar pukul 21.00. “Tidak ada perlawanan. Dia (JR) hanya pasrah saat dibawa,” ungkap Kapolres Situbondo, AKBP Rahmad Taufiq Hidayat, melalui Kasatreskrim AKP Sukari kepada RaBa kemarin (13/6).

Yang mengejutkan, JR adalah anak kandung salah satu anggota DPRD Situbondo. Kasatreskrim tidak membantah hal tersebut. “Siapa pun kalau melakukan kejahatan, apalagi ini tindak kriminal pembunuhan, akan berurusan dengan hukum,” tegas Sukari.

Penangkapan dan penahanan JR berdasarkan pengembangan yang dilakukan polisi. Dari dua tersangka yang lebih dulu ditahan, Baihaki dan JS, diperoleh keterangan bahwa JR ikut terlibat. “Tersangka ada dalam beberapa rangkaian proses pembunuhan,” terang Sukari.

Sayangnya, kasatreskrim tidak menyebutkan secara rinci peranan JR. “Peranannya akan kita dalami dulu dalam penyidikan,” ujarnya.

Sementara itu, sumber kuat koran ini menyebutkan, sebelum terjadi pembunuhan, Baihaki meminta bantuan JS dan JR untuk mengantar ke tempat kejadian perkara (TKP). Mereka mengendarai satu sepeda motor menuju lokasi berdarah itu. “Saat terjadi pemukulan (menggunakan kayu palembang), saya disuruh sembunyi oleh Baihaki. Saya sembunyi di tengah pohon jagung,” tutur JR kepada RaBa saat berjalan menuju sel tahanan usai pemeriksaan kemarin pagi.

Informasi yang dikumpulkan koran ini menyebutkan, keterlibatan JR sebenarnya sudah tercium sejak Baihaki dimintai keterangan. Namun, JR ditangkap paling akhir karena setelah aksi pembunuhan, dia ikut “Pariwisata Tour” yang digelar sekolahnya. “Kata teman-temannya, selama di perjalanan, dia (JR) banyak termenung. Mungkin memikirkan kasus pembunuhan ini,” terang sumber koran ini kemarin.

Begitu mendapat informasi JR sudah berada di rumah, polisi langsung menjemputnya. Setelah memberitahukan surat penangkapan kepada orang tuanya, polisi pun menggelandang JR ke Mapolres. Dia langsung menjalani pemeriksaan. Pagi kemarin, pemeriksaan kembali dilanjutkan. “Dia (JR) sudah ditetapkan sebagai tersangka. Jadi, sudah ada tiga tersangka dalam kasus pembunuhan Abdurahman,” beber Sukari.

Selain menahan satu tersangka lagi, kemarin polisi juga mengamankan motor bernopol P 5515 E. Kendaraan roda dua itu milik JS yang dikendarai menuju TKP.

Diberitakan sebelumnya, Abdurahman, 24, pemuda asal Dusun Tanjung Geger, Desa Tanjung Pecinan, Mangaran, ditemukan tak bernyawa di pinggir jalan Dusun Tanjung Geger. Saat ditemukan, hidungnya masih mengeluarkan darah segar. Lengan kiri patah dan tengkuknya remuk. Hanya dalam tempo delapan jam, polisi berhasil meringkus si pembunuh. Tersangkanya adalah Baihaki, 20, lajang asal Desa/Kecamatan Mangaran.

Hasil penyidikan terungkap bahwa pembunuhan terjadi karena cemburu. Baihaki tidak terima mantan pacarnya, Tutik, 16, menjadi kekasih Abdurahman. Alasannya, karena Abdurahman sudah bertunangan dengan gadis asal Gumuk, Panarukan. Bahkan, kurang sebulan lagi Abdurahman akan naik ke pelaminan untuk menikahi tunangannya. (pri/irw)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: